Stafsus Bupati Indramayu Dinilai Rasis, Aliansi Wong Dermayu Bersatu Siap Demo Lawan Rasisme

- Penulis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com – Indramayu

Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat Indramayu siap turun ke jalan melawan pernyataan rasisme Salman.

Aksi demo gabungan yang terdiri dari LSM, Ormas, aktivis dan masyarakat Indramayu dijadwalkan berlangsung pada Senin lusa, (19/1).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sudah satu suara, akan turun ke jalan melawan kesombongan Stafsus Bupati Indramayu, Salman yang kami nilai sudah mengarah ke Rasis. Di Indramayu tidak ada tempat untuk manusia Rasis dan tidak beradab,”jelas Kordinator Umum (Kordum) AWDB, Asmawi Day didampingi Korlap demo, Tomi Susanto yang akrab dipanggil Tomsus.

Menurut Tomsus, saat ini AWDB sedang menyiapkan semua pendukung untuk kelancaran aksi Senin lusa, termasuk rapat teknis akhir yang dihadiri sejumlah unsur ketua baik dari LSM, Ormas, aktivis, mahasiswa dan perwakilan masyarakat Indramayu termasuk korban PHK dari pegawai outsorcing Diskominfo, di area Sport Center, Jumat kemarin (16/1).

“Sekarang kita sedang buat surat ijin tertulis atau tembusan demo untuk Polres Indramayu. Intinya, kita lawan kesombongan Salman, dan silahkan Stafsus Bupati Indramayu angkat kaki dari Indramayu,”tegas Tomsus.

Ditegaskan Tomi, dalam aksi nanti, pihaknya juga akan meminta kejelasan pihak vendor dalam hal ini PT BSM (Bintang Service Management) sebagai penyedia tenaga kerja yang dinilai semena-mena dan tidak prosuderal dalam memutus hubungan kerja para karyawannya, seperti yang menimpa pada Wanginah, Komar dan lainnya.

Salah satu korban PHK dari tenaga outsorcing PT BSM yang ditugaskan di Diskominfo, Wanginah (40) akan terus menyuarakan hak-haknya untuk keadilan. Menurutnya, pemutsan kerja sepihak dari penyedia jasa PT BSM dinilai tidak beres, banyak yang janggal dan ada intervensi dari pihak luar, termasuk sudah otoriter. Praktik kotor ini patut diluruskan untuk kebaikan para pekerja outsorcing ke depan.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Melalui Program Seruni Lestarikan Budaya Tenun Pada Masyarakat Indramayu

Sebelumnya diberitakan, Stafsus Bupati Indramayu, Salman, menjadi sorotan publik menyusul pernyataannya yang dinilai rasis.

Kalimat bernada rasis itu Salman lontarkan saat bertemu dengan dua pegawai outsourcing Dinas Kominfo setempat yang dipecat tanpa alasan yang jelas.

Pertemuan berlangsung di pendopo setempat pada malam hari tanggal 10 Januari 2026. Salman tak sendiri, ia didampingi asisten pribadi Bupati Indramayu Lucky Hakim bernama Mansur.

Sedangkan dua tenaga outsourcing yang dipecat itu yakni Wanginah dan Komar.

Kedua mantan tenaga outsourcing itu sengaja datang ke pendopo untuk mengklarifikasi soal pemecatan. Sebab mereka mendengar, pemecatan itu atas pesanan Mansur dan Salman.

“Kami datang untuk meminta penjelasan, sebab kabar yang beredar, Mansur dan Salman menekan pimpinan kami di Diskominfo agar memberhentikan kami,” ungkap Wanginah, Jumat 16 Januari 2026.

Pertemuan berubah memanas ketika Salman dan Mansur membantah tudingan tersebut. Diluar dugaan, Salman malah melontarkan kalimat bernada rasis dihadapan Wanginah dan Komar.

“Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih dan bermata putih tidak akan pernah takut dengan siapapun. Sy tidak akan patuh pada perintah siapapun di Indramayu ini kecuali bupati Indramayu Lucky Hakim. Karena saya orangnya Lucky Hakim bukan orangnya siapapun” jelas Wanginah menirukan pernyataan Salman.

Sementara itu Stafsus Bupati Indramayu, Salman belum memberikan jawaban. Klarifikasi Intijayakoran.com kepada Salman, Kamis (15/1) melalui chat WhatsApp hingga kini belum dijawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Perselisihan di Dunia Maya Jadi Pertemuan Tawuran, Polres Indramayu Amankan 9 Orang Remaja
Bupati Nias Selatan Lantik pejabat administrator, pengawas, Camat , Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah di aula kantor Bupati .
PPN Kilang Balongan Gelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta, Tingkatkan Ketangguhan Warga Sekitar Kilang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:39 WIB

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:47 WIB

IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan

Berita Terbaru