SPBU Eretan Diduga Utamakan Pengisian Wadah Jerigen, Masyarakat Tuntut keadilan dan Transparansi

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com | Indramayu

 

Pelayanan di SPBU Eretan menuai kecaman keras. Pengendara dibuat geram setelah mendapati praktik yang dinilai tidak masuk akal: jerigen dilayani lebih dulu, sementara kendaraan yang antre justru dibiarkan mengular tanpa kepastian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan di lapangan memperlihatkan jerigen-jerigen dalam jumlah banyak dengan leluasa “menyerobot” antrean. Petugas SPBU tampak lebih fokus melayani pengisian ke wadah tersebut, seolah-olah pengendara bukan lagi prioritas utama.

“Ini sudah keterlaluan. Kami antre dari tadi, tapi yang pakai jerigen terus yang didahulukan. Ini SPBU buat siapa sebenarnya?” cetus seorang pengendara dengan nada tinggi.

Kondisi ini bukan sekadar soal antrean, tapi mengarah pada dugaan praktik yang lebih serius. Pengisian BBM menggunakan jerigen semestinya dibatasi dan diawasi ketat, bukan justru dilayani secara masif dan tanpa kontrol di depan umum.

Publik pun mulai bertanya: apakah ini bentuk kelalaian, atau ada dugaan permainan oknum di balik maraknya pengisian jerigen tersebut?

Baca Juga:  Pemuda Pengangguran di Lampung Tengah Ditangkap Polisi Usai Gagahi Anak Dibawah Umur Berulang Kali

Jika benar ada pembiaran, maka ini bukan lagi pelanggaran kecil, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap hak masyarakat sebagai pengguna BBM. SPBU yang seharusnya melayani publik justru terkesan melayani kepentingan tertentu.

Ironisnya, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pengelola SPBU terkait polemik ini. Sikap diam ini justru memperkeruh suasana dan memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas distribusi BBM nasional, Pertamina tidak boleh tinggal diam. Pengawasan harus diperketat, dan jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas wajib dijatuhkan tanpa kompromi.

Masyarakat menuntut keadilan dan transparansi. Jangan sampai SPBU berubah fungsi menjadi “jalur khusus” bagi jerigen, sementara pengendara yang sah justru dipinggirkan.

Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya antrean yang semakin kacau, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM bisa runtuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat
Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung
PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila
Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara
Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur
Kilang Pertamina Balongan Kolaborasi Dengan Komunitas Sembelihan Halal Indramayu (SEHAI) dan Jagal Profesional Sembelih 102 Hewan Kurban
IWO Indramayu Blusukan Bagikan Daging Kurban, Sentuh Langsung Hati Warga di Hari Raya
Tebar Keikhlasan dan Kepedulian Sosial, Anggota DPRD Jabar Hilal Himawan Berikan 3 Sapi dan 20 Kambing Idul Adha 1447
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:29 WIB

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:32 WIB

Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:29 WIB

PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:32 WIB

Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27 WIB

Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur

Berita Terbaru