Kementan Gelontorkan Rp 22,38 Triliun untuk Swasembada Pangan 2026, Deli Serdang Siap Jadi Contoh Sukses

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Kementan Gelontorkan Rp 22,38 Triliun untuk Swasembada Pangan 2026, Deli Serdang Siap Jadi Contoh Sukses

Deli Serdang , 29 Agustus 2025 / kompas1.com

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 22,38 triliun untuk program swasembada pangan pada tahun 2026. Alokasi ini tertuang dalam Buku Nota Keuangan II RAPBN 2026 dan menjadi angin segar bagi pengembangan sektor pertanian di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Deli Serdang.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan hal ini usai menghadiri pelantikan pengurus Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) di Jakarta Selatan, Kamis (21/08/2025). Sudaryono menekankan bahwa fokus produktivitas akan diperluas tidak hanya pada padi, jagung, dan gula, tetapi juga pada komoditas perkebunan dan hortikultura seperti kopi, kakao, karet, kacang mete, sayuran, dan buah-buahan.

“Tahun depan, kita akan memperluas upaya peningkatan produksi untuk semua komoditas perkebunan dan komoditas holtikultura kita, di antaranya kopi, kakao, kemudian karet, dan mete,” ujar Sudaryono.

Kabupaten Deli Serdang, dengan wilayah yang luas dan beragam topografi mulai dari dataran tinggi hingga rendah, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang ini. Dinas Pertanian Deli Serdang diharapkan aktif melakukan sosialisasi kepada petani mengenai komoditas-komoditas yang memiliki potensi ekonomis menjanjikan di masa depan.

Pemerintah pusat akan mengalokasikan bantuan ke provinsi dan kabupaten, dan diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk mewujudkan program ketahanan pangan. Program Kementan ini sejalan dengan program Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang yang fokus pada hilirisasi pertanian kopi, kakao, dan kelapa, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai komoditas.

Baca Juga:  Dinas SDABMBK diduga menunda nunda membayar hutang swakelola berujung Pidana .

Ketua Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang, H. Khoirun Rijal, menekankan pentingnya pemilihan bibit unggul berkualitas bagi petani. “Petani Deli Serdang harus bijak dalam pemilihan bibit unggul yang berkualitas. Jika ingin menanam kopi, petani harus paham ketinggian ideal yang dapat menghasilkan panen yang baik,” ujarnya.

H. Khoirun Rijal juga menambahkan bahwa petani harus mampu menentukan waktu olah tanah dan tanam yang tepat untuk mencapai produksi maksimal, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, khususnya bapak Bupati Asriludin Tambunan , sangat dibutuhkan untuk menunjang program kerja yang telah dicanangkan oleh Kementan.

Tani Merdeka Kabupaten Deli Serdang serta Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat berkolaborasi dalam menjalankan program ini.

Dalam RAPBN 2026, anggaran Program Lumbung Pangan melalui Kementan direncanakan sebesar Rp 22,38 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk mencetak sawah seluas 250.000 hektare, optimasi lahan 300.000 hektare, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) prapanen subsektor tanaman pangan sebanyak 36.958 unit.

Dengan sinergi dan dukungan yang kuat, Kabupaten Deli Serdang diharapkan dapat menjadi contoh kabupaten yang berhasil mewujudkan swasembada pangan dan mengembangkan produk-produk pertanian yang lebih efisien, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Tani Merdeka Indonesia harus besar , menjangkau sampai ke pedesaan , harus bisa mensejahterakan petani dan berkolaborasi , bersinergi dengan program program pemerintah serta bergerak bersama berlandaskan ideologi Prabowo Subianto .( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru