Arogansi Kontraktor Proyek , Jurnalis Diintimidasi di Proyek Hotmix Jembatan Alun – alun Indramayu

- Penulis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1. Com |INDRAMAYU

Lagi, dunia jurnalistik kembali mengalami nasib tak beruntung. Berniat melakukan tugas liputan dalam pekerjaan proyek Hotmix di wilayah jantung kota, namun mereka mendapat perlakuan tidak baik, bahkan terkesan di intimidasi.

Proyek yang dibiaya rakyat kembali tercoreng atas ulah kontraktor yang arogan dan bersikap layaknya preman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua wartawan media online menjadi korbannya. Wartawan asal pribumi Indramayu ini mengaku mendapatkan perlakuan intimidatif saat menjalankan tugas peliputan proyek rehabilitasi (hotmix) Jembatan Alun-alun Indramayu yang diduga dikerjakan oleh CV. Tiga Utama pada Kamis malam (18/12).

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat wartawan M. Guntur dari Metroonline mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pihak kontraktor.

Bahkan, oknum tersebut diduga hendak membanting handphone milik Guntur saat proses peliputan berlangsung. “Kenapa foto foto, entar saya banting HP nya,,”ucap seseorang yang diduga kuat kontraktor.

Mereka juga menggertak wartawan dengan gerakan wajah sinis dan mata melotot. “Kamu dari mana, dari media apa,”kata oknum kontraktor yang menanya balik identitas wartawan, saat M Guntur menanyakan kepadanya, “Bapak sebagai apa kepada kontraktor arogan tersebut.

Perlakuan tidak terpuji juga menimpa wartawan lain, Rochmanto dari Media Rakyat Nusantara. Dirinya mengaku mendapat respons tidak kooperatif saat mempertanyakan transparansi proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu, yakni uang rakyat.

Rochmanto menanyakan keberadaan papan informasi proyek, serta spesifikasi teknis pekerjaan hotmix seperti panjang, lebar, dan ketebalan aspal. Namun, pertanyaan tersebut tidak dijawab secara jelas.

Baca Juga:  Dugaan Pekerjaan Pemasangan Pondasi Asal, Diduga Utamakan Penyelesaian Proyek P3-TGAI Desa Sliyeg Lor Disorot

Kontraktor yang diduga berinisial F justru memberikan jawaban cetus dan terkesan menghindar.

“Papan informasi hilang, kalau nanya tebal silakan tanya ke pengawas saja,” ucapnya.

Sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) DPC Indramayu. Sekretaris KWRI DPC Indramayu, Wira Hadiyono, SH, menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Apa yang dialami rekan-rekan wartawan ini adalah bentuk nyata intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik. Ini tidak bisa ditoleransi. Wartawan menjalankan tugas untuk kepentingan publik, apalagi ini proyek yang dibiayai dari APBD,” tegas Wira.

Dirinya juga menyoroti minimnya transparansi pihak kontraktor terkait papan informasi proyek yang seharusnya wajib terpasang di lokasi pekerjaan.

“Papan informasi proyek itu kewajiban, bukan formalitas. Kalau sampai tidak ada, apalagi disebut hilang, ini patut dipertanyakan. PUPR Indramayu harus segera turun tangan dan memberikan teguran keras, bahkan sanksi jika ditemukan pelanggaran,” tambahnya.

Wira menegaskan bahwa KWRI DPC Indramayu akan terus mengawal kasus ini dan siap melaporkan ke instansi terkait apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan maupun sikap kontraktor CV. Tiga Utama di lapangan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya transparansi proyek publik serta penghormatan terhadap kerja jurnalistik sebagai pilar demokrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Perselisihan di Dunia Maya Jadi Pertemuan Tawuran, Polres Indramayu Amankan 9 Orang Remaja
Bupati Nias Selatan Lantik pejabat administrator, pengawas, Camat , Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah di aula kantor Bupati .
PPN Kilang Balongan Gelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta, Tingkatkan Ketangguhan Warga Sekitar Kilang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:39 WIB

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:47 WIB

IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan

Berita Terbaru