Diduga Dibiarkan, Peredaran Obat Keras Golongan G di Jalan Samsu Kian Merajalela, Warga Ancam Lapor ke Tingkat Lebih Tinggi

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.com | INDRAMAYU

Peredaran obat keras golongan G di kawasan Jalan Samsu kian merajalela dan semakin meresahkan warga. Aktivitas ilegal yang diduga telah berlangsung lama tersebut hingga kini belum tersentuh penindakan tegas, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran oleh aparat penegak hukum (APH).

Warga menuturkan, transaksi obat keras golongan G kerap terjadi secara terang-terangan pada jam-jam tertentu. Aktivitas tersebut bahkan diketahui oleh masyarakat sekitar, namun hingga saat ini peredaran obat keras masih terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat hampir setiap hari ada transaksi. Orang keluar-masuk cepat, tapi tidak pernah ada razia. Ini sudah keterlaluan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (—/—/2026).

Menurut warga, obat keras golongan G sangat mudah diperoleh dan diduga menyasar kalangan remaja. Dampaknya, lingkungan menjadi tidak kondusif, rawan keributan, serta memicu perilaku menyimpang yang merusak ketertiban dan mengancam masa depan generasi muda.

Situasi ini membuat warga mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas pengawasan dan penindakan. Masyarakat menilai, lemahnya respons aparat justru memberi ruang bagi para pengedar untuk semakin berani dan leluasa menjalankan aksinya.

Baca Juga:  Kilang Balongan Melalui Fungsi Turun Around Menggelar Tausiah Doa Bersama Dan Santunan Anak Yatim

“Kalau aparat di tingkat bawah tidak bertindak, kami siap melaporkan persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah,” tegas warga lainnya.

Masyarakat mendesak APH segera melakukan penyelidikan menyeluruh, penggerebekan, serta penindakan tegas terhadap jaringan peredaran obat keras golongan G di Jalan Samsu. Warga menegaskan, pembiaran berlarut-larut hanya akan memperparah kerusakan sosial di lingkungan mereka.

Selain itu, warga juga meminta adanya patroli rutin dan keterbukaan informasi dari aparat agar masyarakat mengetahui langkah konkret yang dilakukan. Tanpa tindakan nyata, warga khawatir peredaran obat keras akan semakin meluas.

Warga Jalan Samsu menegaskan tidak akan tinggal diam dan berharap aparat penegak hukum segera membuktikan komitmennya dalam memberantas peredaran obat keras golongan G secara serius dan transparan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat
Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung
PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila
Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara
Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur
Kilang Pertamina Balongan Kolaborasi Dengan Komunitas Sembelihan Halal Indramayu (SEHAI) dan Jagal Profesional Sembelih 102 Hewan Kurban
IWO Indramayu Blusukan Bagikan Daging Kurban, Sentuh Langsung Hati Warga di Hari Raya
Tebar Keikhlasan dan Kepedulian Sosial, Anggota DPRD Jabar Hilal Himawan Berikan 3 Sapi dan 20 Kambing Idul Adha 1447
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:29 WIB

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:32 WIB

Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:29 WIB

PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:32 WIB

Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27 WIB

Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur

Berita Terbaru