Kilang Balongan Menginspirasi Generasi Muda Ilmu Lapangan Kerja Nyata

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com – Indramayu

Minggu, 24 Mei 2026 – Kilang Balongan, yang dikenal sebagai salah satu kilang modern di Indonesia dengan Nelson Complexity Index (NCI) mencapai 11,9, menerima kunjungan industri dari 30 mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Padjadjaran (Unpad) pada, Jum’at 22 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi para civitas akademika untuk melihat langsung operasional kilang berkapasitas 150.000 barel per hari tersebut, yang memegang peran vital dalam memasok kebutuhan energi nasional sekaligus menjadi jantung penggerak bahan bakar bagi wilayah DKI Jakarta dan sebagian besar Jawa bagian Barat.

Seperti biasanya, agenda kunjungan industri ini berlangsung interaktif dan penuh energi. Antusiasme tinggi terlihat dari para mahasiswa yang aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis. Diskusi tidak hanya berputar pada ranah teknis proses industri, melainkan lebih luas menyentuh hingga ke aspek keamanan kilang, pelestarian lingkungan, hingga pengelolaan hubungan masyarakat.

Officer Communication, Relation, & Compliance RU VI Balongan, Rizky Anggia Putri, menyambut hangat kehadiran para calon pemimpin masa depan ini. Dalam sambutannya, ia memotivasi mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal dan menggali ilmu langsung dari para praktisi ahli.

“Kami sudah menyiapkan rangkaian kegiatan, termasuk kesempatan berkunjung langsung ke kilang, serta menghadirkan langsung narasumber andal di engineering dan bidang K3. Silakan manfaatkan momen ini, jangan segan untuk mengambil semua ilmunya, serta bertanya apa saja,” ujar Rizky.

Lebih dari itu, Rizky menekankan bahwa industri pengolahan migas saat ini membutuhkan talenta yang memiliki pemahaman holistik.

“Di era transisi energi, tantangan industri bukan lagi sekadar bagaimana memproduksi bahan bakar secara efisien, tetapi bagaimana menjaga aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) tetap berada di level tertinggi, serta bagaimana operasi kilang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,” tambah Rizky.

Rangkaian acara ini sendiri diisi dengan pemaparan komprehensif dari berbagai fungsi di Kilang Balongan. Mulai dari pengenalan _company profile_ kilang, bedah proses produksi oleh fungsi Engineering Development (Engdev), penerapan standar keselamatan kerja mutakhir oleh fungsi HSSE, hingga pengenalan budaya kerja operasional mutakhir.

Baca Juga:  Simulasi dan Penanggulangan Kebakaran Bagi Warga Desa Sekitar, Meriahkan Bulan K3 di Kilang Balongan

Pihak universitas pun menilai paparan langsung dari para praktisi kilang ini memberikan perspektif baru yang sangat berharga dan tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Guru Besar Jurusan Kimia Universitas Padjadjaran Prof. Dikdik Kurnia, mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kilang Balongan diharapkan akan membuka mata mahasiswa kami mengenai integrasi ilmu di lapangan kerja nyata.

“Melalui kunjungan ini, mahasiswa kami dapat melihat bagaimana teori-teori kimia diimplementasikan dalam skala industri. Lebih dari itu, kami ingin kunjungan ini membuka wawasan mereka untuk tidak hanya menjadi ahli di bidang kimia, tetapi juga menjadi generasi masa depan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan keharmonisan dengan masyarakat sekitar,” tegas Prof. Dikdik Kurnia.

Vibe positif dan dinamis dari kunjungan ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Siti Naya Ramadanti, salah satu perwakilan mahasiswa Unpad yang ikut dalam rombongan, mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru terkait masa depan karir mereka.

“Kunjungan ke kilang ini seru banget. Kami diajak berkeliling langsung melihat pipa-pipa kilang, dan proses operasionalnya secara nyata” kesan Siti.

Ditambahkan Siti, materi yang disampaikan sangat berguna baginya sebagai mahasiswa yang sedang mendalami penerapan K3.

“Penyampaiannya juga asyik, interaktif, dan ada gamenya. Ditambah lagi, saat melihat area kilang yang padat aktivitas, kami sadar bahwa seorang engineer tidak boleh egois di areanya saja, melainkan harus memiliki kepekaan tinggi terhadap keselamatan kerja, kelestarian lingkungan sekitar, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat” tambahnya.

Kunjungan industri ini diharapkan dapat menjembatani teori akademik di kampus dengan realita industri energi modern, sekaligus menginspirasi generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat
Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung
PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila
Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara
Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur
Kilang Pertamina Balongan Kolaborasi Dengan Komunitas Sembelihan Halal Indramayu (SEHAI) dan Jagal Profesional Sembelih 102 Hewan Kurban
IWO Indramayu Blusukan Bagikan Daging Kurban, Sentuh Langsung Hati Warga di Hari Raya
Tebar Keikhlasan dan Kepedulian Sosial, Anggota DPRD Jabar Hilal Himawan Berikan 3 Sapi dan 20 Kambing Idul Adha 1447
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:29 WIB

Kasus Dugaan Peredaran Obat Keras di Cangkingan Mengemuka, Publik Tunggu Ketegasan Aparat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:32 WIB

Bupati Lucky Hakim dan DPRD Jabar Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Cikawung

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:29 WIB

PPN Kilang Balongan Gelar Upacara Bendera Peringati Harlah Pancasila

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:32 WIB

Sapi Kurban Sabam Rajagukguk Bawa Keberkahan di 8 Titik Sumatera Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:27 WIB

Tragis! Janji Kerja Di Kafe Diduga Jadi Kedok Jual Anak Di Bawah Umur

Berita Terbaru