Pihak Keluarga Korban Putri Apriyani Tidak Diberi Kesempatan Menyaksikan Jalannya Rekonstruksi.

- Penulis

Sabtu, 13 September 2025 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.com | INDRAMAYU – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Putri Apriyani oleh seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Indramayu kembali memunculkan sorotan tajam, pihak keluarga korban mengaku tidak diberi kesempatan untuk menyaksikan langsung jalannya rekonstruksi.

Padahal menurut Toni RM kuasa hukum keluarga korban, hal tersebut justru penting untuk menjaga transparansi penanganan kasus.

“Keluarga korban ini tidak bisa menyaksikan. Padahal andai saja keluarga diberikan akses, ini justru baik untuk kepolisian juga agar tidak timbul kecurigaan adanya perlakuan khusus,” tegas Toni, Jumat (12/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, alasan pihak kepolisian yang hanya memperbolehkan pendampingan pengacara tersangka merujuk pada KUHAP, tidak serta-merta bisa dijadikan dasar untuk melarang keluarga korban melihat jalannya rekonstruksi.

“Dalam KUHAP memang disebutkan bahwa yang mendampingi tersangka adalah pengacara. Tapi untuk keluarga korban, tidak ada larangan menyaksikan. Kalau tidak ada larangan, maka sebenarnya polisi juga tidak berwenang melarang,” jelasnya.

Meski tidak bisa menyaksikan langsung, pengacara keluarga korban tetap menggali informasi dari hasil rekonstruksi. Ia memaparkan keterangan dan peragaan tersangka, motif pembunuhan Putri Apriyani didasari keputusasaan pelaku setelah menggunakan uang korban senilai Rp32 juta yang semula diperuntukkan gadai sawah.

“Dari rekonstruksi terungkap, sekitar pukul 03.00 dini hari pelaku bangun tidur dan baru terpikir untuk menghabisi korban. Alasannya karena uang sudah habis digunakan, bahkan ia juga sempat meminjam di koperasi Polri atas nama rekannya berinisial I sebesar Rp24 juta yang disebut-sebut untuk trading. Karena tidak ada jalan keluar, korban dibekap dengan bantal, lalu dicekik hingga meninggal sekitar pukul 05.04,” ungkap pengacara.

Baca Juga:  Satu Orang Pria Meninggal Usai Terjun ke Sungai Cimanuk Saat Hindari Grebek Judi di Lohbener

Setelah itu, tersangka sempat kembali ke Polres Indramayu dan mencoba gantung diri, namun gagal. Lalu kembali ke kosan, dan muncul niat untuk membakar korban dengan dalih ingin ikut mati terbakar.

Namun menurut pengakuannya, ia keluar dari kamar kos karena merasa kepanasan. Rekaman CCTV menunjukkan tersangka meninggalkan lokasi sekitar pukul 08.00 pagi sebelum akhirnya melarikan diri.

Toni RM menegaskan bahwa hasil rekonstruksi tersebut memperkuat adanya dugaan unsur perencanaan dalam kasus ini. Oleh sebab itu, ia meminta agar penyidik Polres Indramayu menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, bukan hanya pasal 338 KUHP.

“Kalau hanya dikenakan pasal 338, ancamannya 15 tahun. Artinya, setelah dipotong remisi dan hak bebas bersyarat, pelaku bisa keluar dalam 8–9 tahun. Ini jelas tidak adil. Unsur perencanaan jelas terpenuhi, maka harusnya pasal 340 diterapkan, dengan ancaman maksimal hukuman mati,” tegasnya.

Pihak keluarga bersama tim kuasa hukum menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ke pengadilan, agar hukuman yang dijatuhkan benar-benar setimpal dengan perbuatan pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Perselisihan di Dunia Maya Jadi Pertemuan Tawuran, Polres Indramayu Amankan 9 Orang Remaja
Bupati Nias Selatan Lantik pejabat administrator, pengawas, Camat , Kepala Puskesmas dan Kepala Sekolah di aula kantor Bupati .
PPN Kilang Balongan Gelar Sosialisasi Major Emergency Drill di Desa Majakerta, Tingkatkan Ketangguhan Warga Sekitar Kilang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:39 WIB

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 02:47 WIB

IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan

Berita Terbaru