Ramadan Dicabik-cabik, Karaoke Gara Tetap Buka: Aparat Tak Berdaya atau Sengaja Membiarkan?

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

People cartoon characters having dance and music party in Karaoke bar flat vector illustration. Young men and women dancing and singing in night Karaoke club interior.

i

People cartoon characters having dance and music party in Karaoke bar flat vector illustration. Young men and women dancing and singing in night Karaoke club interior.

Kompas1.com – INDRAMAYU

Di saat umat Muslim menahan lapar dan dahaga serta memakmurkan masjid dengan salat tarawih, Karaoke Gara justru diduga tetap menggeliat di balik gemerlap lampu hiburan malam. Aktivitas tersebut memicu kemarahan dan kekecewaan warga yang menilai bulan suci seperti tak lagi dihormati.

Ini bukan semata soal usaha mencari keuntungan. Ini soal etika dan penghormatan terhadap momentum sakral Ramadan. Ketika tempat hiburan tetap beroperasi di tengah suasana religius yang dijaga masyarakat, publik wajar bertanya: apakah aturan hanya formalitas?
Sejumlah warga mengaku geram.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau benar masih buka, ini keterlaluan. Kami berusaha menjaga suasana Ramadan, tapi seperti tidak dihargai. Jangan sampai hukum cuma tegas ke rakyat kecil,” ujar Ahmad (43), warga setempat.

Siti (38), ibu rumah tangga, juga mendesak aparat bertindak tanpa pandang bulu.

“Kalau ada aturan pembatasan selama Ramadan, ya harus berlaku untuk semua. Jangan sampai masyarakat berpikir ada yang dilindungi,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan Rudi (35). Ia menilai pengawasan aparat dipertanyakan jika aktivitas tersebut terus berlangsung.

“Satpol PP harusnya rutin sidak. Kalau dibiarkan, nanti masyarakat bisa turun sendiri. Jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” ucapnya.

Baca Juga:  Rombongan Dit Intelkam Polda Sumut Hadiri Pernikahan Briptu Samuel Deopin Saragih dan Efri Elsridayani Purba

Pernyataan warga itu mencerminkan keresahan yang semakin meluas. Jika benar Karaoke Gara tetap beroperasi tanpa pembatasan, maka ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan pembangkangan terbuka terhadap norma sosial di bulan suci.

Yang lebih berbahaya adalah persepsi publik. Jika aparat mengetahui namun tidak bertindak, maka dugaan pembiaran tak terhindarkan. Hukum tak boleh terlihat tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ketimpangan penegakan aturan hanya akan menggerus kepercayaan masyarakat.

Ramadan bukan sekadar seremonial spanduk ucapan dan imbauan moral. Ia menuntut penghormatan nyata. Jika ada pelaku usaha yang merasa bisa berjalan di atas norma tanpa konsekuensi, maka aparat wajib membuktikan bahwa hukum masih bernyawa.

Satpol PP dan instansi terkait didesak segera turun tangan, melakukan sidak terbuka, serta menyampaikan hasilnya secara transparan kepada publik. Indramayu sedang diuji: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau hanya berhenti pada slogan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Karaoke Gara maupun instansi berwenang terkait dugaan tetap beroperasinya tempat tersebut selama Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raih 4 Penghargaan Prestisius di ISEA 2026, PT PPN Kilang Balongan Komitmen Cegah Kecelakaan Tingkat Berat
Momentum Perkuat Persaudaraan, Polres Indramayu Gelar Malam Penghantar Purna Bersama Insan Pers
Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan, Ketua PWRI JAYA Indramayu Apresiasi Rehabilitasi Jalan Letjen Suprapto
Audit Internal Kilang Balongan Jadi Kiblat Jalankan Bisnis Sesuai Regulasi Pemerintah dan Menjaga Kepercayaan Publik
Berkedok Konter Pulsa, Bangunan di Desa Kenanga Diduga Jadi Tempat Penimbunan Rokok Ilegal”
Fee 13 Persen Dan Uang Hampir Rp1 Miliar, Dugaan Ijon Proyek Pemkab Indramayu Jadi Sorotan
Kepolisian Resor Indramayu Gelar Rilis Hasil Operasi Libas Lodaya 2026, Ungkap 12 Laporan Berbagai Kasus Kriminalitas
Slogan “Layani Masyarakat Dengan respon Cepat” , Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si. Kembalikan Kendaraan Secara Gratis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:07 WIB

Raih 4 Penghargaan Prestisius di ISEA 2026, PT PPN Kilang Balongan Komitmen Cegah Kecelakaan Tingkat Berat

Rabu, 2 September 2026 - 18:38 WIB

Momentum Perkuat Persaudaraan, Polres Indramayu Gelar Malam Penghantar Purna Bersama Insan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 07:54 WIB

Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan, Ketua PWRI JAYA Indramayu Apresiasi Rehabilitasi Jalan Letjen Suprapto

Rabu, 2 September 2026 - 02:48 WIB

Audit Internal Kilang Balongan Jadi Kiblat Jalankan Bisnis Sesuai Regulasi Pemerintah dan Menjaga Kepercayaan Publik

Selasa, 1 September 2026 - 03:36 WIB

Berkedok Konter Pulsa, Bangunan di Desa Kenanga Diduga Jadi Tempat Penimbunan Rokok Ilegal”

Berita Terbaru