” Atap rumah sebagai tempat tidur , pemerintah hanya asik pencitraan” Kekesalan warga Medan dan Deli Serdang setelah banjir , peringatan BMKG tidak di hargai .

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

” Atap rumah sebagai tempat tidur , pemerintah hanya asik pencitraan” Kekesalan warga Medan dan Deli Serdang setelah banjir , peringatan BMKG tidak di hargai .

MEDAN, 30 November 2025 / kompas1.com

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Air banjir yang membanjiri rumah hingga setinggi atap, tubuh yang kedinginan karena hujan yang turun seharian, dan harapan yang sirna menunggu bantuan. Itulah kenyataan yang dialami ribuan warga Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang sejak malam 26 November hingga 28 November 2025, sementara peringatan dini BMKG tentang potensi bencana tampaknya hanyalah omongan kosong bagi para pemimpin daerah.

Sebelumnya BMKG telah mengeluarkan peringatan sejak 18 November 2025 tentang potensi banjir pesisir Sumatera Utara hingga 3 Desember 2025 . Namun, kehati-hatian itu tidak terlihat dalam tindakan Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang. Banjir yang melanda bukan hanya genangan kecil, melainkan bencana yang meluluhlantakkan kehidupan ribuan jiwa.

Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bahkan menyatakan telah melakukan evakuasi besar-besaran di kawasan Gaperta Ujung pada 27 November. Tapi bagi warga, kata-kata itu hanyalah pencitraan semata. “Kami tidak mendapatkan bantuan evakuasi apapun dari pemerintah, bahkan makanan juga tidak ada,” ujar Firman dengan nada kekecewaan yang mendalam.

Cerita yang sama juga datang dari Ibu Ela, yang bersama keluarga terpaksa tidur di atap rumah untuk menyelamatkan nyawa. “Kami menelpon Basarnas dan BPBD berkali-kali, tapi semua nomor tidak bisa dihubungi,” ujarnya sambil meneteskan air mata. “Kata ada evakuasi, tapi kami tunggu sampai pagi tidak ada seorang pun yang datang. Air sudah sampe atap, kita cuma berdoa semoga tidak tenggelam.” Ujarnya penuh dengan kesedihan .

Baca Juga:  Penanganan Banjir Rutan Kelas I Medan Berjalan Efektif: Warga Binaan Dievakuasi ke Rumah Ibadah dan Blok Khusus.

Kondisi yang lebih menyakitkan, masyarakat mulai mempertanyakan tentang dana tanggap bencana FKSM yang selalu dianggarkan dari uang rakyat. “Apakah memberi bantuan harus menunggu bantuan Bank Dunia atau donasi dari luar?” tanya salah satu warga. “Kita bayar pajak, tapi saat butuh, pemerintah hilang seperti burung malam.”

Kini, warga menuntut agar Kejati segera memeriksa Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang, BPBD dan Basarnas di Medan Sumatera Utara, dan Deli Serdang. Tidak hanya tentang keterlambatan bantuan, tapi juga penggunaan dana tanggap darurat yang dinilai tidak optimal. “Para pemimpin hanya peduli dengan citra di media sosial, bukan dengan kesusahan rakyat,” tukas Firman.

Sampai saat ini, 85.591 warga Medan harus mengungsi ke 305 lokasi, sementara sembilan kecamatan di Deli Serdang masih dalam status tanggap darurat. Namun, rasa sakit dan kecewa yang dirasakan warga tidak akan hilang hanya dengan bantuan logistik yang tiba terlambat. Ini adalah tanda kegagalan pemerintah dalam mengayomi rakyatnya – sebuah kesalahan yang tidak bisa dibungkam lagi. ( HD)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Tanjung Selamat geram ! Warnet dekat pajak melati diduga jadi sarang jual beli chip Higgs Domino , Kepolisian Medan Tuntungan di minta bertindak tegas.
MPC PP Kota Medan Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan
Polsek Medan Baru Tangkap Salah Satu Pelaku Khusus Pencurian Sepeda Motor, Ternyata Telah Melakukan 18 Kali Tindak Kejahatan
Kuat Dugaan Oknum Polisi Polrestabes Medan Menuai Sorotan Kejanggalan Prosedural Menjadi Perhatian Publik
Praktisi Hukum : Usut Tuntas Korupsi Anggaran Publik Relation Fiktif Di Bank Sumut
Julianta Barus Pimpin Pemuda Pancasila Kecamatan STM Hulu
Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Ajak Masyarakat yang beragama Buddha Rayakan Imlek Tanpa Euforia.
Natal Dinas Kesehatan dan RSUD di tahun 2025 sangat Meriah dihadiri 2.500 peserta tenaga kesehatan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:30 WIB

Warga Tanjung Selamat geram ! Warnet dekat pajak melati diduga jadi sarang jual beli chip Higgs Domino , Kepolisian Medan Tuntungan di minta bertindak tegas.

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:20 WIB

MPC PP Kota Medan Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolrestabes Medan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 02:08 WIB

Polsek Medan Baru Tangkap Salah Satu Pelaku Khusus Pencurian Sepeda Motor, Ternyata Telah Melakukan 18 Kali Tindak Kejahatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 03:04 WIB

Kuat Dugaan Oknum Polisi Polrestabes Medan Menuai Sorotan Kejanggalan Prosedural Menjadi Perhatian Publik

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:13 WIB

Praktisi Hukum : Usut Tuntas Korupsi Anggaran Publik Relation Fiktif Di Bank Sumut

Berita Terbaru