Aksi Demo di PT UG Patumbak Memanas: Wartawan Jadi Korban Kekerasan dan Intimidasi

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Demo di PT UG Patumbak Memanas: Wartawan Jadi Korban Kekerasan dan Intimidasi

Medan /kompas1.com

Demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan warga di depan PT Universal Gloves (UG), Patumbak, pada Senin (9/6/2025) berubah menjadi ajang kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis. Aksi ini dipicu oleh kemarahan warga terhadap dampak bau busuk dari gudang penyimpanan cangkang di Jalan Besar Patumbak, Dusun I, Desa Patumbak Kampung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan mencapai puncaknya ketika sekelompok pemuda yang diduga preman menghalangi aksi warga dan memaksa karyawan PT UG untuk masuk. Aksi dorong-mendorong tak terhindarkan di depan pintu masuk pabrik, menciptakan suasana yang semakin mencekam.

Ironisnya, aksi unjuk rasa ini justru menjadi sasaran kekerasan terhadap jurnalis yang sedang meliput. Puluhan pemuda tak dikenal secara brutal menghalang-halangi wartawan. DL, seorang wartawan media online, nyaris kehilangan ponselnya akibat dorongan dan tepisan tangan. ES, seorang wartawan media cetak dan online terbitan Medan, menjadi korban yang lebih parah ketika dipukul helm oleh oknum preman hingga mengenai wajah dan kepala.

Baca Juga:  Bupati Labusel Fery Syahputra Simatupang di kukuhkan sebagai Ketua umum Toga Simatupang. 

Para pelaku intimidasi juga melontarkan kata-kata kotor dan menantang wartawan untuk berkelahi. “Apalagi kau. Mau ribut lagi kau. Gak sor kau, main kita,” ujar DL menirukan ucapan seorang oknum yang dikenal dengan panggilan Aseng. Pria bertopi pet itu bahkan dengan berani menantang wartawan, demonstran, dan warga sekitar untuk berduel demi membela kepentingan mereka di PT UG.

Aparat penegak hukum dari Polsek Patumbak dan Koramil 15/DT yang berada di lokasi, hanya terpantau diam dan seolah menjadi penonton, tanpa melakukan tindakan berarti untuk melindungi para jurnalis dan demonstran. Aksi demo tersebut berada di wilayah hukum mereka, namun respons yang diberikan sangat minim.

Korban kekerasan, ES, menyatakan akan melaporkan puluhan oknum OKP tersebut ke pihak kepolisian Polsek Patumbak, guna menuntut pertanggungjawaban atas tindakan brutal yang mereka lakukan.( HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru