BREAKING NEWS: BRUTAL! Dua Warga Luat Unterudang Tertembak Panah, Diserang Oknum Preman Berkedok Sekuriti PT Barapala Setelah Polisi Pergi

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 05:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREAKING NEWS: BRUTAL! Dua Warga Luat Unterudang Tertembak Panah, Diserang Oknum Preman Berkedok Sekuriti PT Barapala Setelah Polisi Pergi

Padang Lawas, Selasa (18/11/2025) / kompas1.com

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi menginap damai warga Luat Unterudang di areal PT Barapala yang telah mendapat izin dari Polres Padang Lawas berakhir dengan kengerian. Puluhan oknum yang diduga sebagai preman suruhan perusahaan berkedok sekuriti menyerang tanpa ampun menggunakan panah dan tombak, menyebabkan dua warga terluka parah.

Korban teridentifikasi sebagai Adi Ansor Harahap (terkena panah di kaki kanan) dan Saripuddin Hasibuan (terkena panah di dada kanan). Menurut saksi mata, Ruslan Abdullah Hasibuan, penyerangan terjadi tak lama setelah personel polisi meninggalkan lokasi.

“Sebelumnya mereka minta izin lewat untuk menjemput rekan di pos 1. Kami percaya dan izinkan. Tapi ketika kembali, sekitar 25 orang itu langsung menyerang dengan membabi buta menggunakan panah dan tombak,” ujar Ruslan dengan gemetar.

Selain menyakiti warga, oknum tersebut juga merusak sepeda motor dan kendaraan milik masyarakat. Warga yang terkejut berusaha melawan dengan peralatan seadanya dan berhasil memukul mundur penyerang, yang kemudian melarikan diri.

Baca Juga:  Tim Abenwin Kawio Asal Sangihe Juarai Lomba Perahu Tradisional Pakura Racing di Kota Bitung

Mewakili mahasiswa, Arsa Rizki Siregar menegaskan bahwa aksi damai tersebut bertujuan menunggu pertemuan dengan pimpinan PT Barapala. “Tetapi ketika polisi pergi, preman langsung menyerang. Ini adalah kejam dan tidak bertanggung jawab,” katanya.

Warga kini menuntut keadilan kepada Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dan Gubernur Sumatera Utara untuk turun langsung ke lokasi. Mereka juga berencana menggelar aksi besar-besaran ke Poldasu, sekaligus mendesak pencopotan Kapolres Padang Lawas yang dinilai tidak objektif – setelah diketahui membuat laporan ke Poldasu soal kerusakan aset perusahaan tanpa melihat sisi kekerasan yang dialami warga terlebih dahulu.

“Kami minta Manajemen PT Barapala (Saprijal, Ahok, Aspin) mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jangan biarkan preman berkedok sekuriti membunuh warga yang hanya menuntut haknya!” tegas Arsa. ( Red/ tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru