Diduga Ada Permainan Hukum, Kejari Simalungun Enggan Tahan HS

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Ada Permainan Hukum, Kejari Simalungun Enggan Tahan HS

Simalungun 27/10/25 / kompas1.com

Meskipun telah berkekuatan hukum tetap perkara penggelapan uang sebesar Rp 85 Juta atas penjualan besi milik Ibu Mariana dan telah dilaporkan di Polres Simalungun pada tahun 2022, dan pada tahun 2025 HS pun menjadi tersangka. Namun anehnya tersangka tidak dilakukan penahanan baik di Polres Simalungun maupun di Kejari Simalungun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perihal kejadian ini diketahui oleh awak media melalui pengacara korban bernama Rommy A. Tampubolon SH, yang mana dirinya selaku pengacara korban Ibu Mariana dan selama ini memperjuangkan hak – hak kliennya namun sepertinya hukum tidak berjalan sebagaimana layaknya di Simalungun ini. Rommy A Tampubolon dalam hal ini meminta agar institusi hukum melakukan putusannya secara baik dan benar karena keputusan untuk penahanan terhadap HS sudah dipertegas untuk segera dilakukan penahanan yaitu 2 tahun kurungan penjara dan harus ditahan.
Berdasarkan putusan nomor 2066/Pid/2025/PT Mdn
Perlu diketahui bahwa, Kasus ini bermula adanya transaksi jual beli besi yang dilakukan oleh HS dan uang hasil penjualan besi tidak diberikan HS kepada ibu Mariana, transaksi itu meliputi jual beli besi senilai Rp 85 Juta dan terjadi tahun 2022. Namun setelah 3 tahun berjalan tersangka berinisial HS tidak memiliki itikad baik untuk memberikan hak Ibu Mariana hingga dirinya dilaporkan ke Polres Simalungun.

Namun ketika dilaporkan ke Polres Simalungun, tersangka tidak dilakukan penahanan oleh Polisi Polres Simalungun begitu juga saat disidangkan di PN Simalungun. Padahal perintah untuk menahan tersangka itu sangat jelas, sesuai dengan putusan nomor 2066/Pid/ 2025/ PT Mdn yang didapat oleh awak media ini yang menetapkan terdakwa agar segera ditahan meski bandingnya diterima. Namun sepertinya Kejari Simalungun melalui Kasipidumnya bernama P.A Juanda Panjaitan S.H M.H enggan untuk menahan tersangka HS, ini patut dicurigai adanya dugaan permainan hukum.

Baca Juga:  Santuni anak yatim piatu Ketua 234 SC dan Relawan Bonar Octo Simangunsong ,S.H bersama Henry Pakpahan ,S.H berbagi kasih .

Terdakwa HS telah dilakukan pemanggilan sebanyak 3 kali oleh Kejari Simalungun melalui Kasipidum, namun sepertinya terdakwa melawan putusan hukum. Begitu juga Kasipidum sepertinya berat sebelah terhadap putusan yang telah ditetapkan oleh PT Mdn tersebut dengan tidak hadir di Kejari Simalungun dan malah ada dugaan buang badan dan mengatakan tidak ada putusan penahanan, padahal jelas sudah ada putusan dari Nomor 2066/Pid/2025/PT Mdn. Ada apa dengan Kajari Simalungun dan Kasipidum Kejari Simalungun, apakah ada jual beli hukum di Kejari Simalungun yang saat ini dipimpin oleh Irfan Hergianto S.H M.H. saat ini publik bertanya – tanya terhadap penanganan hukum di Kejari Simalungun yang dinilai tidak mencerminkan hukum yang Adil itu bagi rakyat namun bagi yang punya uang saja, ini dibuktikan dengan tidak ditahannya atau di eksekusi HS yang sudah jelas bersalah.

Sesuai aturan yang sdh ditetapkan pihak Kajari Simalungun dan Kasipidum Kejari Simalungun harus eksekusi HS berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Medan.

Terlepas HS mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung tetapi pihak Kajari Simalungun dan Kasipidum harus menjalankan putusan tersebut Mahkamah Agung terlebih dahulu dilakukan
Penahanan pertama 30 Hari dan dapat diperpanjang 60 hari dan tidak ada kaitannya HS Kasasi terhadap putusan ini.

Menurut pihak Korban melalui kuasa hukumnya akan membuat laporan secara resmi terhadap Kajari Simalungun dan Kasipidum Simalungun Ke Jaksa Agung Muda Pengawas terhadap perkara putusan nomor 2066/Pid/ 2025/PT Mdn dan ke Komisi Jaksa di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BADKO HMI Sumut Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim
Robi Barus S.E M.A.P Lakukan Sosperda Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Tanjung Gusta
Dugaan Catut Nama Penyidik Narkoba Rp200 Juta, DPW A-PPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara
Karang Taruna Sumut Bangkit: Harapan Baru Pemuda Sumatera Utara
Lapas Pemuda Kelas III Langkat Langsung Menindaklanjuti Informasi Dugaan Potensi Aktivitas Ilegal
Komandan Garda Kamtibmas Indonesia Sumut Bersama Garda Kamtibmas Langkat Kunjungi Lapas Pemuda Langkat
Diduga Aniaya Wanita di Depan SPBU Denai, Doni Chaniago Diamankan Polsek Medan Area
DPD PKN Kota Medan Meminta Walikota Medan untuk mencopot Kadis Perkimcikataru
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:42 WIB

BADKO HMI Sumut Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Rabu, 2 September 2026 - 05:36 WIB

Robi Barus S.E M.A.P Lakukan Sosperda Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Tanjung Gusta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:50 WIB

Dugaan Catut Nama Penyidik Narkoba Rp200 Juta, DPW A-PPI Sumut Desak Kapolda Usut Tuntas Oknum Pengacara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:19 WIB

Karang Taruna Sumut Bangkit: Harapan Baru Pemuda Sumatera Utara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02 WIB

Lapas Pemuda Kelas III Langkat Langsung Menindaklanjuti Informasi Dugaan Potensi Aktivitas Ilegal

Berita Terbaru