Kompas1.com |INDRAMAYU
Peredaran obat keras tipe G di Desa Sukaslamet kecamatan Kroya Indramayu diduga kian merajalela dan dijual secara bebas.Lapak yang diketahui milik inisial( K ).
Kondisi ini memicu keresahan warga karena obat yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter tersebut diduga dengan mudah diakses, bahkan oleh kalangan remaja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun menyebutkan, obat keras seperti Tramadol dan Hexymer diduga diperjualbelikan tanpa pengawasan medis.
Padahal, obat golongan ini berisiko tinggi jika disalahgunakan karena dapat memicu ketergantungan hingga gangguan kesehatan serius.
Warga menilai praktik penjualan obat keras tersebut sudah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan. Mereka khawatir jika tidak segera ditindak, peredaran obat ilegal ini akan semakin meluas dan merusak generasi muda di wilayah tersebut.
“Anak-anak muda sekarang mudah mendapatkan obat itu. Kami khawatir dampaknya makin parah kalau tidak segera ada tindakan,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok maupun penjual obat keras ilegal di wilayah Desa Sukaslamet.
Warga berharap aparat tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Jika dibiarkan, peredaran obat keras tipe G bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu meningkatnya kenakalan remaja dan gangguan keamanan di lingkungan sekitar.














