Bitung, Kompas1.com — Perumda Pasar Kota Bitung bersama PT. Pegadaian Area Manado 2, menggelar kegiatan sosialisasi layanan yang bertempat di gedung Bitung Creative Center (BCC) lantai 3, Pusat Kota Bitung, Jumat (14/11/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Adapun sosialisasi tersebut dihadiri, Plt. Direktur Utama Perumda Pasar Ramlan Mangkialo, S.Sos, Plt. Direktur Operasional Vanny Kaunang, Plt. Direktur Umum Ronny Boham, S.Sos, jajaran Pejabat Perumda Pasar, Tim PT. Pegadaian Area Manado 2 yang dipimpin oleh Freity Kotambunan selaku Pimpinan PT. Pegadaian CP. Girian, serta Pelaku UKM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Freity Kotambunan menjelaskan bahwa sosialisasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Perumda Pasar serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan Pegadaian yang modern dan mudah diakses.
“Kami berharap kerjasama ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberi manfaat nyata bagi para pedagang maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan menyampaikan berbagai layanan yang tersedia sekaligus memperkuat hubungan kerja antar instansi terkait. Selain sosialisasi, forum ini juga menjadi ruang diskusi bersama para pelaku usaha untuk menegaskan komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, memaksimalkan peluang kerja sama, serta mengembangkan kemitraan dan produk produktif yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perumda Pasar Bitung dan PT. Pegadaian Area Manado 2 berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif serta membuka ruang lebih luas bagi pengembangan usaha produktif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Plt. Direktur Operasional Vanny Kaunang menegaskan bahwa, program ini adalah bagian dari program perumda pasar untuk memberdayakan pedagang. Konsepnya adalah pinjaman KUR akan difasilitasi perumda kepada seluruh pedagang pasar.

“Ini bagian dari program pemberdayaan pedagang. Karena pinjaman KUR adalah salah satu program pemerintah yang harus didukung, dan perumda siap menjadi operator resmi BUMN untuk menyalurkan kredit tersebut. Dalam skema bantuan ini, menurut pegadaian ada anggaran milyaran rupiah, siap disalurkan tanpa agunan dan bunga sangat rendah,” jelas Vanny Kaunang.
“langkah itu juga adalah upaya perumda untuk melawan informal financing dilevel pedagang dalam bentuk bunga mencekik lewat koperasi yang memberatkan pedagang,” lanjutnya.
hal senada juga disampaikan Plt. Direktur Umum dan keuangan Ronny Boham. Menurutnya, ini bantuan signifikan perumda pasar, agar pedagang bebas dari cengkeraman finance sistem yang selama ini membuat pasar kurang BERGAIRAH. (CJP)














