Bitung, Kompas1.com — Kegiatan adat Tulude digelar masyarakat Kerukunan Tasumaro di Pantai Pesisir Dodik Wangurer, Kota Bitung, pada Minggu (15/2/2026). Acara tahunan ini menjadi wujud pelestarian tradisi budaya masyarakat Nusa Utara sebagai ungkapan syukur serta refleksi memasuki tahun yang baru.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat. Turut hadir Danramil 1310-01/Bitung Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th, P.s. Kasi Lidik Subdit Gakkum Polairud AKP Darwin, Lurah Wangurer Sitti Mariam Lariha, S.ST, Panglima Brigade Nusa Utara Ical Mamuntu, serta Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Mario Mamuntu, S.AB. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal.
Dalam sambutannya, Lurah Wangurer Sitti Mariam Lariha menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Rukun Tasumaro. Ia menegaskan bahwa kegiatan Tulude bukan hanya mempertahankan adat dan budaya leluhur, tetapi juga mempererat persatuan, kebersamaan, serta kerukunan antar warga. “Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai kebanggaan bersama,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada disampaikan Ketua Rukun Tasumaro Lizel Makpal yang didampingi Wakil Ketua Sartika Manuel. Menurutnya, perayaan Tulude merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun.

“Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menjaga identitas budaya leluhur di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” jelas Lizel Makpal.
Yandri Mahaling selaku Ketua Rukun Marore, menambahkan bahwa syukuran tersebut tidak dimaknai sebagai ajang kemewahan semata, melainkan sebagai momen kebersamaan. “Warga dari berbagai latar belakang agama, baik Kristen maupun Muslim, turut berpartisipasi tanpa sekat sehingga nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan tetap terjaga,” ucap Yandri.
Adapun prosesi inti dari kegiatan ini ditandai dengan pemotongan kue adat Tamo yang diiringi pertunjukan budaya seperti tari Gunde dan nyanyian Masamper.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menggelar penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Pakura Racing yang menjadi bagian dari kemeriahan acara. Penyerahan hadiah tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat sebagai simbol sportivitas sekaligus kebersamaan.

Secara terpisah, Danramil 1310-01/Bitung, Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara Tulude yang digelar Rukun Tasumaro Kota Bitung berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna.
Menurutnya, meskipun sebagian besar warga pesisir memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah, semangat kebersamaan dan gotong royong mampu menghadirkan perayaan adat yang spektakuler dan membanggakan.
“Acara Tulude yang dilaksanakan Rukun Tasumaro Kota Bitung sangat spektakuler. Ini membuktikan bahwa kekuatan persaudaraan dan kebersamaan mampu melampaui segala keterbatasan,” ujar Tilaar.
Panitia dan keluarga besar Rukun Tasumaro juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada PAPERA Kota Bitung yang dipimpin Ketua Vanny Kaunang, APPSI Kota Bitung melalui Bendahara Pak Man Hunta, serta Perumda Pasar Bitung yang menjadi sponsor utama kegiatan Tulude tahun ini.
Dukungan moril dan materil yang diberikan dinilai sangat membantu kelancaran seluruh rangkaian acara sehingga tradisi adat dapat terlaksana dengan baik, aman, dan penuh kebersamaan. Kerja sama ini diharapkan terus terjalin sebagai wujud kepedulian bersama dalam melestarikan budaya daerah serta memperkuat persatuan masyarakat.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi Tulude tetap lestari sebagai warisan budaya yang memperkuat solidaritas sosial warga Nusa Utara yang bermukim di Kota Bitung. (CJP)














