Rukun Tasumaro Kota Bitung Gelar Syukuran Adat Tulude, Wujud Pelestarian Budaya dan Persatuan

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, Kompas1.com — Kegiatan adat Tulude digelar masyarakat Kerukunan Tasumaro di Pantai Pesisir Dodik Wangurer, Kota Bitung, pada Minggu (15/2/2026). Acara tahunan ini menjadi wujud pelestarian tradisi budaya masyarakat Nusa Utara sebagai ungkapan syukur serta refleksi memasuki tahun yang baru.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat. Turut hadir Danramil 1310-01/Bitung Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th, P.s. Kasi Lidik Subdit Gakkum Polairud AKP Darwin, Lurah Wangurer Sitti Mariam Lariha, S.ST, Panglima Brigade Nusa Utara Ical Mamuntu, serta Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Mario Mamuntu, S.AB. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Lurah Wangurer Sitti Mariam Lariha menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Rukun Tasumaro. Ia menegaskan bahwa kegiatan Tulude bukan hanya mempertahankan adat dan budaya leluhur, tetapi juga mempererat persatuan, kebersamaan, serta kerukunan antar warga. “Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda sebagai kebanggaan bersama,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada disampaikan Ketua Rukun Tasumaro Lizel Makpal yang didampingi Wakil Ketua Sartika Manuel. Menurutnya, perayaan Tulude merupakan agenda tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun.

“Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menjaga identitas budaya leluhur di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” jelas Lizel Makpal.

Yandri Mahaling selaku Ketua Rukun Marore, menambahkan bahwa syukuran tersebut tidak dimaknai sebagai ajang kemewahan semata, melainkan sebagai momen kebersamaan. “Warga dari berbagai latar belakang agama, baik Kristen maupun Muslim, turut berpartisipasi tanpa sekat sehingga nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan tetap terjaga,” ucap Yandri.

Baca Juga:  Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan Hadapi Warisan Hutang, Prioritaskan Penyelesaian Sesuai Hukum

Adapun prosesi inti dari kegiatan ini ditandai dengan pemotongan kue adat Tamo yang diiringi pertunjukan budaya seperti tari Gunde dan nyanyian Masamper.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menggelar penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba Pakura Racing yang menjadi bagian dari kemeriahan acara. Penyerahan hadiah tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias masyarakat sebagai simbol sportivitas sekaligus kebersamaan.

Secara terpisah, Danramil 1310-01/Bitung, Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara Tulude yang digelar Rukun Tasumaro Kota Bitung berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna.

Menurutnya, meskipun sebagian besar warga pesisir memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah, semangat kebersamaan dan gotong royong mampu menghadirkan perayaan adat yang spektakuler dan membanggakan.

“Acara Tulude yang dilaksanakan Rukun Tasumaro Kota Bitung sangat spektakuler. Ini membuktikan bahwa kekuatan persaudaraan dan kebersamaan mampu melampaui segala keterbatasan,” ujar Tilaar.

Panitia dan keluarga besar Rukun Tasumaro juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada PAPERA Kota Bitung yang dipimpin Ketua Vanny Kaunang, APPSI Kota Bitung melalui Bendahara Pak Man Hunta, serta Perumda Pasar Bitung yang menjadi sponsor utama kegiatan Tulude tahun ini.

Dukungan moril dan materil yang diberikan dinilai sangat membantu kelancaran seluruh rangkaian acara sehingga tradisi adat dapat terlaksana dengan baik, aman, dan penuh kebersamaan. Kerja sama ini diharapkan terus terjalin sebagai wujud kepedulian bersama dalam melestarikan budaya daerah serta memperkuat persatuan masyarakat.

Melalui pelaksanaan kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi Tulude tetap lestari sebagai warisan budaya yang memperkuat solidaritas sosial warga Nusa Utara yang bermukim di Kota Bitung. (CJP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru