STISIP Merdeka Manado Gandeng Pemerintah, Bekali Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat Pesisir Kelurahan Wangurer

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BITUNG, Kompas1.com — Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Kota Bitung mendapat dorongan nyata dari sinergi antara pemerintah, akademisi, dan warga nelayan. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Merdeka Manado dan program peningkatan kapasitas nelayan menjadi fokus utama. Kamis (16/10/2025)

Drs. Ewald Fredrik, M.Si selaku Ketua STISIP Merdeka Manado, menekankan bahwa kehadiran kampus di masyarakat harus memberi manfaat nyata, tidak sekadar seremonial.

“Melalui kegiatan KKN, mahasiswa bisa menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus sekaligus membantu warga, khususnya nelayan,” ujar Ewald sembari berharap lewat kegiatan ini, para dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bitung, Sadad Minabari, S.I.K, M.Si, menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan nelayan. Kegiatan ini menyasar enam kelompok nelayan di wilayah Wangurer, empat bergerak di perikanan tangkap dan satu di pengolahan, serta diikuti beberapa pemilik perahu.

Menurut Sadad, para nelayan membutuhkan beberapa hal penting yakni, Peningkatan pengetahuan dan edukasi, Peningkatan kemampuan SDM, Peralatan tangkap yang memadai, serta Kemudahan perizinan.

Lanjut Sadad, Meskipun ada keterbatasan anggaran, Dinas Perikanan tetap berkomitmen mendukung nelayan, baik melalui edukasi, bantuan peralatan, maupun kemudahan administrasi. “Kehadiran akademisi dan dinas sosial diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Kota Bitung,” ucapnya.

Sementara itu, Ferry Sangian, S.Sos, MAP, selaku Dosen STISIP Merdeka Manado, mengingatkan nelayan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Kalau terus pakai cara lama hasilnya tetap kecil, harus berani berubah dan memanfaatkan teknologi. karena itu, Pemerintah pun telah menyiapkan bantuan modal melalui kredit UMKM yang bisa dimanfaatkan nelayan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

Plt. Kabid Dinas Perdagangan Ginny Laurina Moningka, ST, juga mengajak masyarakat, terutama ibu rumah tangga, untuk mengolah ikan menjadi produk olahan seperti abon atau kerupuk ikan.

“Kalau cuma dijual mentah, keuntungan kecil. Dengan diolah, nilainya lebih tinggi. Dinas Perdagangan siap memberikan pelatihan dan membantu pembuatan izin atau label produk bagi warga yang ingin mengembangkan usaha rumahan,” sebut Ginny.

Sedangkan Ronny Makagiansa, selaku Kabid Pemberdayaan Dinas Sosial, meminta warga agar tidak selalu bergantung pada bantuan sosial, tapi mulai berusaha mandiri.

“Kami ingin masyarakat bisa keluar dari kategori miskin melalui usaha dan inovasi. Konsep ekonomi biru juga penting agar sumber daya laut tetap produktif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan,” jelas Ronny.

Kegiatan ini menunjukkan bukti nyata bahwa sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat bisa menghasilkan perubahan positif. Harapannya, ilmu, teknologi, dan kreativitas warga pesisir Pantai Dodik Wangurer dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor perikanan di Kota Bitung.

Welfrits jacobus, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Merdeka Manado, sekaligus Ketua LP-KPK Komisi Cabang Kota Bitung, berharap masyarakat Wangurer, Kecamatan Girian, khususnya yang berada di pesisir pantai, dapat memanfaatkan momen tersebut.

“Ini kesempatan bagi warga Pantai Dodik Wangurer untuk belajar, mengembangkan usaha, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Semua program yang dipaparkan oleh Dinas terkait mulai dari edukasi, pelatihan, bantuan peralatan, hingga kemudahan perizinan harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat pesisir ke depan,” pungkasnya. (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru