Upaya Menata Kota Menjadi Lebih Baik, Satpol PP Gandeng Perumda Pasar Tertibkan Booth Liar 

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung, Kompas1.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama petugas Perumda Pasar menertibkan Booth-booth liar yang ada di kawasan Pasar Cita Kota Bitung. Kamis, (23/10/2025). Hal tersebut dibenarkan oleh Kasad Satpol PP, Steven V. Suluh, S.STP, M.Si.

Menurut Steven, sebelumnya kami telah melayangkan surat peringatan kepada para pedagang yang menempatkan booth di atas trotoar dan sebagian di badan jalan sekitar kawasan Pasar Cita, dan penertiban ini sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Tindakan itu diambil karena aktivitas berjualan di area tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum. Bahkan, sebagian pedagang diketahui telah mencor dudukan booth di atas trotoar tanpa izin,” ucap Steven.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyampaikan bahwa melalui koordinasi bersama Perumda Pasar, diketahui bahwa para pedagang kaki lima (PKL) yang dimaksud sebenarnya telah disediakan tempat berjualan di dalam pasar, namun enggan pindah secara mandiri meskipun telah beberapa kali diimbau secara persuasif oleh pihak Perumda.

“Surat peringatan sudah kami layangkan, dan Perumda Pasar juga sudah mengimbau agar pedagang masuk ke dalam pasar. Namun karena tidak diindahkan, maka dilakukan langkah tegas penertiban,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Deli Serdang Asriludin Tambunan Hadapi Warisan Hutang, Prioritaskan Penyelesaian Sesuai Hukum

Lanjut Steven, Penertiban ini dilaksanakan bersama-sama dengan Perumda Pasar, sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus bagian dari upaya menata kota Bitung agar lebih tertib dan rapi.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan berjualan tidak dilarang, namun harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menggunakan fasilitas umum seperti trotoar maupun badan jalan.

“Tujuannya agar kota tetap tertib. Kami tidak melarang orang mencari nafkah, tapi harus di tempat yang telah disediakan,” ujar Steven.

Sementara itu, Plt. Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Bitung Vanny Kaunang, penertiban yang dilaksanakan oleh Sat-Pol PP selaku pelaksana tugas, sudah sesuai dengan koordinasi bersama.

“kami secara resmi sudah menyurat ke Pemerintah Kota untuk merelokasi dan menyiapkan tempat baru bagi beberapa pedagang yang terkena dampak penertiban sehingga mereka boleh kembali berjualan,” tuturnya.

“Relokasi ini juga bertujuan untuk membuat wajah baru areal jalan Pasar Cita,” kata Kaunang sembari menambahkan Perumda Pasar Mendukung Program Pemerintah dalam menata Kota Bitung menjadi semakin baik. (CJP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru