Desa Krimun Gelar Syukuran Khitan,Haul Padepokan Bumi Segandu Simbolis Kuatkan Persaudaraan Masyarakat

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (0.27638888, 0.27638888); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Hdr; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 98.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

i

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.27638888, 0.27638888); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 98.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Kompas1.Com – Indramayu

INDRAMAYU – Padepokan Bumi Segandu di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi pusat berkumpulnya warga. Senin malam, 24 Agustus 2026, keluarga Bpk. Anton dan Ibu Asiah (Mama Ayu) menggelar syukuran khitanan dan rasulan massal, sebuah momentum yang bukan sekadar hajatan, tetapi menjadi simbol kuatnya tradisi, doa, dan persaudaraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang digelar di Blok Tanggul RT 13/RW 03 tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Warga, keluarga, dan kerabat hadir untuk memberikan doa restu sekaligus ikut merasakan kebahagiaan keluarga yang tengah menggelar syukuran.

Di tengah derasnya perubahan zaman, tradisi semacam ini menjadi pesan yang tegas: modernisasi tidak boleh menghapus akar kebersamaan masyarakat. Ketika warga masih mau berkumpul, saling membantu, dan saling mendoakan, maka nilai gotong royong belum kehilangan tempatnya.

Bagi keluarga Bpk. Anton dan Ibu Asiah, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi anak-anak yang dikhitan serta seluruh keluarga.

“Ini bukan hanya tentang hajatan keluarga. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi, berkumpul bersama, saling mendoakan dan memperkuat persaudaraan. Kehadiran masyarakat bagi kami merupakan kehormatan dan kebahagiaan,” ungkap pihak keluarga.

Rasulan massal yang dirangkai dengan syukuran khitanan juga memperlihatkan bahwa tradisi masyarakat masih memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan. Tidak ada sekat ketika warga duduk bersama dalam satu suasana, berbagi kebahagiaan dan memanjatkan doa.

Baca Juga:  Kapolres Bitung Pimpin Pengamanan Aksi Damai Terkait Sengketa Tanah di KEK

Padepokan Bumi Segandu pun bukan sekadar lokasi kegiatan. Tempat ini menjadi ruang bertemunya masyarakat, tempat tradisi kembali dihidupkan dan nilai persaudaraan diteguhkan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi tidak boleh berhenti hanya sebagai cerita masa lalu. Tradisi harus terus dirawat, selama membawa nilai kebaikan, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan kepedulian antarsesama.

Keluarga penyelenggara berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi pintu keberkahan bagi anak-anak dan keluarga. Mereka juga berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi hubungan sosial masyarakat di lingkungan sekitar.

“Semoga anak-anak kami diberikan kesehatan, keselamatan, menjadi anak yang saleh, berbakti kepada orang tua, serta kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Lebih dari sebuah acara syukuran, kegiatan ini menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya dibangun dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan persaudaraan, gotong royong dan kepedulian. Ketika nilai-nilai itu tetap hidup, maka tradisi tidak akan mudah tergerus zaman.

Dari Padepokan Bumi Segandu, pesan itu kembali terdengar jelas: jangan biarkan modernitas membuat masyarakat kehilangan jati diri. Rawat tradisi yang baik, kuatkan silaturahmi, dan jadikan kebersamaan sebagai kekuatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Lakukan Pengolahan Used Cooking Oil (UCO) atau Minyak Jelantah Jadi Produk Bahan Baku Energi
PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Rutin Gelar Kegiatan Bulanan PJS BERKAH (PEKA, JSI, SWAT, Bersih-Bersih Kilang/Kantor Awali Hari)
Tim IQQA Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelat MWT, Jaga Keandalan Pasokan Energi Demi Pemenuhan BBM Nasional
Raih 4 Penghargaan Prestisius di ISEA 2026, PT PPN Kilang Balongan Komitmen Cegah Kecelakaan Tingkat Berat
Momentum Perkuat Persaudaraan, Polres Indramayu Gelar Malam Penghantar Purna Bersama Insan Pers
Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan, Ketua PWRI JAYA Indramayu Apresiasi Rehabilitasi Jalan Letjen Suprapto
Audit Internal Kilang Balongan Jadi Kiblat Jalankan Bisnis Sesuai Regulasi Pemerintah dan Menjaga Kepercayaan Publik
Berkedok Konter Pulsa, Bangunan di Desa Kenanga Diduga Jadi Tempat Penimbunan Rokok Ilegal”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:11 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Lakukan Pengolahan Used Cooking Oil (UCO) atau Minyak Jelantah Jadi Produk Bahan Baku Energi

Jumat, 11 September 2026 - 00:27 WIB

PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Rutin Gelar Kegiatan Bulanan PJS BERKAH (PEKA, JSI, SWAT, Bersih-Bersih Kilang/Kantor Awali Hari)

Jumat, 11 September 2026 - 00:20 WIB

Tim IQQA Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelat MWT, Jaga Keandalan Pasokan Energi Demi Pemenuhan BBM Nasional

Rabu, 2 September 2026 - 18:38 WIB

Momentum Perkuat Persaudaraan, Polres Indramayu Gelar Malam Penghantar Purna Bersama Insan Pers

Rabu, 2 September 2026 - 07:54 WIB

Pembangunan Infrastruktur Terus Berjalan, Ketua PWRI JAYA Indramayu Apresiasi Rehabilitasi Jalan Letjen Suprapto

Berita Terbaru