Dugaan Praktek Prostitusi Terselubung Akun Michat Di Kost Guntur

- Penulis

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_1058

i

Oplus_1058

Kompas1.com | INDRAMAYU

Dugaan Praktek prostitusi Terselubung akun Michat diduga salah satu Kost guntur diduga kuat menjadi lokasi praktik prostitusi online yang memanfaatkan aplikasi MiChat.

Aktivitas mencurigakan yang disebut berlangsung hampir setiap hari itu dinilai telah merusak ketertiban dan mencederai norma lingkungan permukiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan taem awak media telah menelusuri tempat yang diduga menggunakan aplikasi michat terlihat lalu-lalang tamu dari luar dengan durasi singkat terjadi berulang kali, terutama pada malam hingga dini hari. Pola tersebut dianggap tidak wajar untuk sebuah rumah kos dan mengarah pada dugaan transaksi jasa seksual terselubung.

Oplus_131072

“Datangnya sebentar lalu pergi. Hampir tiap hari seperti itu,” ungkap seorang yang enggan disebut namanya warga dengan nada kesal.

duga perempuan yang berada di kosan tersebut menawarkan jasa melalui aplikasi MiChat, lalu mengarahkan pelanggan ke kamar kos sebagai tempat transaksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan, dampak sosial, serta citra kawasan permukiman.

Baca Juga:  GM Kilang Balongan Arahkan Patuhi HSSE dan Golden Rules , Tarawih Malam 1 Ramadhan Berlangsung Khidmat

Setelah dikonfirmasi dengan pemilik kost tidak ada jawaban dan malah ngeblok salah satu no media yang ingin mengkonfirmasikan masalah Aplikasi Michat yang berada di kost guntur.

meski keluhan telah berulang kali disampaikan secara informal, belum terlihat langkah tegas dari aparat hukum.

Situasi ini memicu penilaian warga bahwa penanganan terkesan lamban dan berpotensi menjadi pembiaran.

Secara hukum, dugaan praktik tersebut berpotensi melanggar Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP, serta ketentuan Perda Ketertiban Umum terkait penggunaan bangunan hunian untuk aktivitas asusila.

Oplus_131072

Warga mendesak aparat penegak hukum, Satpol PP, dan pemerintah setempat segera melakukan razia, penyelidikan, dan penutupan lokasi apabila dugaan terbukti.

“Jangan tunggu viral besar dulu baru bergerak,” tegas warga.

Masyarakat menegaskan, lingkungan permukiman bukan tempat praktik prostitusi berkedok kosan, dan penegakan hukum harus dilakukan tegas demi menjaga ketertiban dan rasa aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol
Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu
Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Perselisihan di Dunia Maya Jadi Pertemuan Tawuran, Polres Indramayu Amankan 9 Orang Remaja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:40 WIB

15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol

Rabu, 4 November 2026 - 07:25 WIB

Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu

Minggu, 1 November 2026 - 06:39 WIB

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Berita Terbaru