FPI ( Forum Peduli Indramayu ) Desak Dugaan Mark – Up Pengadaan PDAM, Minta Usut Tuntas Temuan Internal Bernilai Fantastis

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com | Indramayu

Dugaan mark-up pengadaan di PDAM Indramayu kembali menjadi perhatian publik setelah Koordinator FPI (Forum Peduli Indramayu), Masdi, membeberkan sejumlah poin penting hasil audiensi bersama pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya kepada awak media, Masdi menyampaikan ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni dugaan mark-up pengadaan PDAM, laporan masyarakat yang telah masuk ke Kejaksaan Negeri Indramayu, serta dugaan adanya oknum internal Kejari yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional.

“Ada tiga poin yang kami soroti. Pertama terkait

1. Dugaan mark-up pengadaan di PDAM.

2. Laporan yang sudah disampaikan masyarakat ke Kejari.

3. Soal dugaan oknum di internal Kejari yang dinilai tidak sesuai dengan profesinya,” ujar Masdi.

Ia menegaskan, angka dugaan kerugian sebesar Rp 39.6 miliar bukan berasal dari hasil audit BPK, melainkan hasil penelusuran internal yang dilakukan pihaknya terhadap sejumlah item pengadaan yang dinilai janggal.

Baca Juga:  Satlantas Polres Indramayu Menindaklanjuti Kasus Kecelakaan Yang Merenggut Nyawa Anak SMP Unggulan Indramayu

“Nilai Rp 39.6 miliar itu hasil temuan internal kami setelah menelusuri beberapa item pengadaan yang diduga mengalami penggelembungan harga cukup fantastis,” katanya.

Masdi juga menyebut dugaan tersebut berkaitan dengan pengadaan pada tahun 2025 dan mengindikasikan adanya pihak-pihak tertentu yang diduga memiliki hubungan kerja sama dalam proses pengadaan tersebut.

Menurutnya, persoalan ini perlu dikawal serius agar proses hukum berjalan transparan dan tidak berhenti di tengah jalan.

Sementara itu, hasil audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu disebut menghasilkan komitmen bahwa laporan masyarakat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami meminta agar proses penanganannya terbuka dan setiap perkembangannya bisa disampaikan ke publik,” ucapnya.

Hingga saat ini, kasus dugaan mark-up pengadaan tersebut disebut masih berada pada tahap penyelidikan (lidik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan implementasikan Program TAMASYA Berikan Pemahaman Kepada Orang Tua
15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol
Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu
Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:02 WIB

Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan implementasikan Program TAMASYA Berikan Pemahaman Kepada Orang Tua

Rabu, 4 November 2026 - 11:40 WIB

15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol

Rabu, 4 November 2026 - 07:25 WIB

Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Berita Terbaru