Satpol PP Gandeng Petugas Gabungan Lakukan Penertiban Pedagang di Pasar Girian Bitung

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

i

0-0x0-0-0#

Bitung, Kompas1.com — Petugas gabungan yang terdiri dari Petugas Pasar, SatPol PP serta TNI/Polri melaksanakan penertiban pedagang di wilayah Pasar Girian, Kelurahan Girian Weru I, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

Petugas menindak pedagang yang berjualan melebihi batas lapak, mendirikan tenda tambahan, serta menempati bahu jalan. Para pedagang kemudian diarahkan kembali ke lokasi resmi yang telah disediakan pengelola.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi Direksi Perumda Pasar Bitung bersama delapan anggota DPRD Kota Bitung perwakilan Komisi I, II, dan III, serta instansi terkait, yang digelar di Aula Kelurahan Girian Weru pada Senin, 9 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak pengelola pasar menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan penertiban, telah diberikan pemberitahuan dan imbauan kepada pedagang melalui sosialisasi serta pertemuan bersama. Langkah tersebut dilakukan agar pedagang memahami aturan dan dapat menyesuaikan diri sebelum penataan dilaksanakan.

Baca Juga:  Bantah Berita Hoaks, Ini Penjelasan Panitia Festival Ramadhan Perumda Pasar

Kapolsek Matuari, AKP Feriantina Dwi Arahmayani, S.Tr.K, M.H mengatakan kehadiran kepolisian bersifat pendampingan dan pengamanan sesuai regulasi pemerintah daerah. “Pendekatan yang dilakukan mengutamakan cara persuasif dan humanis sehingga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Bitung, Steven V. Suluh, S.STP, M.Si, menjelaskan penertiban merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi dengan pedagang dan pemangku kepentingan, mengingat penggunaan trotoar dan badan jalan melanggar peraturan daerah (Perda).

“Intinya pedagang yang berjualan Ruang Milik Jalan (Rumija), trotoar dan jalan tidak diperbolehkan karena melanggar Perda,” jelas Steven.

Sambil menambahkan, penataan ini juga bertujuan untuk memperindah dan menghargai pengguna jalan lainnya yang berbelanja di pasar.

Melalui penataan ini, pemerintah berharap tercipta pasar yang lebih tertib, bersih, dan rapi, sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan pengunjung. (CJP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru