BITUNG, Kompas1.com — STISIP Merdeka Manado angkat suara terkait status warga Sanger Filipina yang tinggal di pesisir Pantai Dodik Kelurahan Wangurer. Hal ini disampaikan Ketua STISIP Merdeka Manado, Drs. Ewald Fredrik, M.Si, sewaktu kunjungannya ke Kota Bitung, pada Sabtu (19/10/2025).
Menurutnya, Mahasiswa harus ada kepekaan sosial terhadap warga Sanger Filipina yang tinggal di Kota Bitung, lebih khususnya lagi Pemerintah. “Kami akan berusaha mencari jalan keluar untuk mereka, namun dengan tidak mengesampingkan aturan yang ada karena negara kita adalah negara hukum,” ujar Ewald Fredrik.
Secara terpisah, Ketua Dewan Pembina LP—KPK Komisi Cabang Kota Bitung, Superman Boy Gumolung mengatakan, banyak hal baik yang bisa ditiru dari nelayan keturunan Sanger Filipina yang melaut di perairan Bitung.

“Kehadiran mereka bukan hanya menangkap ikan saja tapi juga membantu ekonomi warga pesisir,” sebut Gumolung saat diwawancara oleh awak media sembari menambahkan, mereka itu sudah menjadi bagian dari masyarakat kita dan banyak hal positif yang bisa kita ambil.
Ia juga mengatakan, nelayan Bitung bisa belajar dari mereka bagaimana cara melaut serta teknik menangkap ikan tuna. “Tehnik penangkapan ikan mereka begitu efisien dan hasilnya juga bagus,” ucapnya.
Gumolung juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota Bitung agar lebih memperhatikan terkait status kewarganegaraan nelayan Filipina, agar semua tertib dan sesuai aturan. “Ini penting biar tidak terjadi masalah ke depan,” tutup Gumolung. (CP)















