LSM KCBI Gebrak: Kartel “DO Aspal” PT Tubaba & PT LKA Dilindungi? Ratusan Truk Lolos!

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSM KCBI Gebrak: Kartel “DO Aspal” PT Tubaba & PT LKA Dilindungi? Ratusan Truk Lolos!

 

PALEMBANG / kompas1.com 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta memalukan bangsa. Ratusan truk batubara ilegal melintas setiap hari dari lubang PETI Muara Enim hingga Pulau Jawa. Dan semua lolos mulus di depan hidung Polres Muara Enim, Polres OKU, Polres OKU Timur, Polres Way Kanan, Polres Lampung Utara, Polres Lampung Tengah, Polres Lampung Selatan.

LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia/KCBI Provinsi Sumsel menuding ada PEMBIARAN TERSTRUKTUR. KCBI mendesak Kapolda Sumsel & Kapolda Lampung perintahkan 7 Kapolres di atas untuk TANGKAP HARI INI JUGA: PEMODAL, PENAMBANG, PEMILIK ALAT BERAT, DIREKTUR PT TUBABA JAYA PUTRA COAL & PT LENTERA KURNIA ABADI.

3 BUKTI KARTEL BERKUASA

Hasil investigasi + data MODI 30 Juli 2026:

1. ILEGAL TOTAL: PT Tubaba & PT LKA diduga tidak punya IUP dan IUJP. Tapi berani jadi “pabrik DO Aspal” untuk batubara PETI.

2. ODOL MERAJALELA: Truk muatan lebih, hantam jalan negara Muara Enim-OKUT-Way Kanan-Lamtara-Lamteng-Lamsel. APBN habis buat tambal.

3. UPETI JALUR? Tidak mungkin ratusan truk/hari lolos 7 Polres tanpa “koordinasi”. Kemana wibawa hukum kita?

Baca Juga:  Tidak Terbukti Curi Timbunan : Bupati Gowa Berkunjung Di Kediaman ILYAS SITABA.

“Ini bukan tambang. Ini perampokan negara. Otaknya jelas: pemodal dan pemilik alat berat. Stop kambing hitamkan sopir! Kami desak 2 Kapolda & 7 Kapolres: GELEDAH LOKASI, SITA EXCAVATOR & DUMPTRUK, BEKUKAN DIREKTUR, BLOKIR REKENING,” tegas Eri Widosen, C.Pfw., C.Mdf., C.Ftax., Perwakilan LSM KCBI Sumsel, Kamis (31/7/2026).

5 DARAH YANG DIISAP MAFIA INI

1. Royalti Mati: Ratusan miliar raib tiap tahun
2. Jalan Rakyat Hancur: Dari Muara Enim sampai Bakauheni berlubang karena ODOL
3. Lingkungan Mati: Lubang PETI racuni DAS dan sawah warga
4. Nyawa Melayang: Laka ODOL makan korban
5. Negara Dipermalukan: Hukum kalah sama mafia bersurat “aspal”

ULTIMATUM TERAKHIR: 3×24 JAM

Jika dalam 3×24 jam Polda Sumsel, Polda Lampung dan 7 Polres tidak menunjukkan tersangka pemodal & pemilik alat, KCBI akan:

Turun aksi besar + Laporkan ke Bareskrim, ESDM, PUPR, KPK, Irwasum, Komisi III & V DPR RI dengan bukti DO, dan titik jalan rusak.

“Kalau 2 Kapolda dan 7 Kapolres masih tutup mata, berarti ada yang bermain. Jangan biarkan Sumatera jadi provinsi tol pribadi mafia batubara!” pungkas Eri. (C)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 
PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM
Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek
Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban
Tanah Sawah Sugiyo di Kulon Progo Diduga Diserobot, Kuasa Hukum Minta Kasus Diusut Tuntas
PT SMRA Tbk Dua Kali Mangkir dari Sidang PN Jakut, 19 Oktober Terancam Verstek
Headline: Desak Penegakan Hukum, Kuasa Hukum Korban Dugaan Perampasan Lahan di Rohil Surati Kapolda Riau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Ketum Germas ungkap Ade Julhaidir desak DPR / MPR RI tampung aspirasi masyarakat terkait polemik putusan MK dan ijazah Gibran 

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:58 WIB

PERKARA APARTEMEN SHERWOOD DIAWASI PENGADILAN TINGGI JAKARTA DAN KPK, H. MAKAWI DESAK KEPASTIAN HUKUM

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Mangkir Dua Kali, PT Summarecon Agung Tbk Terancam Kalah Kalah Melalui Putusan Verstek

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Advokat Anti-Kleptokrasi Wildan Ansori Nasution soroti perkembangan kasus Dugaan Korupsi Upah Pungut di Bogor yang dinilai Lamban

Berita Terbaru