Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu Penuh Drama, Saksi Kunci Cabut Kuasa Hukum Toni RM

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com | Indramayu

Drama persidangan kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Kelurahan Paoman kembali memanas di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu pada Senin (18/5/2026). Agenda sidang kali ini diwarnai aksi mengejutkan ketika salah satu saksi kunci sekaligus terdakwa Priyo, tiba-tiba memutuskan untuk mencabut sebagian besar keterangan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di hadapan majelis hakim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah tak terduga ini langsung mengubah tensi di dalam ruang sidang. Saat dimintai konfirmasi oleh Hakim Ketua mengenai alasan di balik keputusan ekstrem tersebut, Priyo mengaku bahwa dirinya sudah lelah menutupi kebenaran. “Saya mencabut kesaksian sebagian karena saya sudah capek dan pengen jujur saja,” ungkap Priyo di hadapan majelis hakim yang memimpin persidangan.

​Namun, keputusan mendadak Prio tersebut justru memicu kekecewaan berat dari tim penasihat hukumnya sendiri. Pengacara kondang asal Indramayu, Toni RM, yang mendampingi terdakwa Ririn dan Priyo, mengaku kaget sekaligus kecewa setelah mengetahui manuver sepihak yang dilakukan oleh kliennya tersebut di tengah jalannya persidangan yang krusial ini.

Secara blak-blakan meragukan alasan pencabutan kesaksian yang disampaikan Priyo. Menurut Toni, alasan Priyo yang menyebut hanya karena faktor “takut” dinilai sangat tidak masuk akal. Ia menduga kuat adanya tekanan atau intervensi dari pihak luar yang memaksa Prio untuk mengubah arah kesaksiannya secara tiba-tiba.

Baca Juga:  Rumah Hanya Berlapis Bambu,Kepala Desa Arahan Lor Sigap Membatu Warganya Bangun Rumah Dengan Dana Pribadi

Menurut Toni RM , saat ditemui di luar ruang sidang sebelum saya masuk menjadi kuasa hukumnya saya mendatangi dulu priyo dan ririn di lapas guna menanyakan apakah benar yang di bacakan di sidang pertama yang pada intinya yang ikut terlibat atas pembunuhan satu keluarga di paoman adalah Aman Yani, Hadi, Yoga, dan Joko, pengakuan dari ririn.

​Lebih lanjut, Toni RM menegaskan bahwa sejak awal narasi pembunuhan yang menyebutkan aksi keji tersebut dilakukan secara bergantian oleh kedua kliennya adalah skenario yang sangat dipaksakan. Kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi pada Agustus 2025 silam ini dinilai penuh kejanggalan, terutama terkait sinkronisasi kronologi yang dituduhkan oleh jaksa penuntut umum.

​Guna mendalami dinamika terbaru ini, Majelis Hakim PN Indramayu memutuskan menunda persidangan. Sidang lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan agenda pembuktian dari kubu terdakwa melalui tim pengacara untuk mematahkan dakwaan serta menguji keabsahan pencabutan kesaksian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol
Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu
Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK
GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja
Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 
Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan di Hari Sumpah Pemuda Gelar Upacara Makna Cinta Tanah Air Indonesia
IRC dan Robi Barus Kembali Lakukan Pemeriksaan Mata Gratis kepada Masyarakat di 3 Kelurahan
Perselisihan di Dunia Maya Jadi Pertemuan Tawuran, Polres Indramayu Amankan 9 Orang Remaja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:40 WIB

15 Kg Sabu Disembunyikan di Jok Mobil! Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ringkus 3 Pria di Pintu Tol

Rabu, 4 November 2026 - 07:25 WIB

Masdi Tantang KPK Usut Tuntas Dugaan Ijon Proyek yang Menyeret Nama Pejabat Indramayu

Minggu, 1 November 2026 - 06:39 WIB

Skandal Ijon Proyek Indramayu Mencuat, Pejabat Tinggi dan Pengusaha Cirebon Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

GEMPUR SARANG NARKOBA! Polresta Deli Serdang Amankan 57 Tersangka, Sita 23 Kg Sabu dan 24 Kg Ganja

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Kunjungan kerja Gubernur Sumut Bobby Nasution di Kepulauan Nias tinjau turap,   pastikan BBM aman jelang Nataru 

Berita Terbaru