Citra SMAN 1 Sindang Terpuruk: Siswa Sekolah Diduga Terlibat Aksi Geng Motor Bersajam

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.Com | ​INDRAMAYU

Institusi pendidikan kebanggaan masyarakat Indramayu, SMAN 1 Sindang, tengah menjadi sorotan tajam publik. Sekolah yang dikenal dengan jargon Sekolah Maung (Manusia Unggul) tersebut diduga kuat menjadi “sarang” bagi aktivitas geng motor, setelah salah satu siswanya terjaring oleh warga saat melakukan aksi meresahkan di wilayah Kecamatan Sindang, Sabtu (6/6/2026).

​Peristiwa ini terungkap melalui video berdurasi 54 detik yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang remaja berinisial AG (siswa asal Desa Lemahabang, Kecamatan Indramayu) tampak diamankan oleh warga setelah diduga membuat onar bersama kelompoknya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kronologis Kejadian

​Saat diinterogasi warga dalam video, remaja tersebut secara lugas mengakui bahwa dirinya dan beberapa rekannya yang terlibat adalah siswa SMAN 1 Sindang. Informasi di lapangan menyebutkan, kelompok tersebut tidak hanya melakukan konvoi, namun diduga kuat membawa senjata tajam yang mengancam keselamatan warga.

​Reaksi Publik dan Batas Hukum

​Video interogasi tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat. Publik menilai ada ketimpangan drastis antara citra SMAN 1 Sindang sebagai pencetak generasi unggul dengan realita perilaku siswanya di ruang publik.

​Dalam video yang beredar, sempat terjadi ketegangan saat warga yang geram berupaya melakukan tindakan fisik terhadap pelaku. Namun, tindakan tersebut berhasil diredam oleh warga lain untuk mencegah aksi main hakim sendiri yang berpotensi melanggar hukum.

​Terkait beredarnya video ini, masyarakat diingatkan untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menyebarluaskan konten tersebut di media sosial. Sesuai dengan UU ITE dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, menyebarkan identitas atau wajah pelaku di bawah umur secara masif dapat dikategorikan sebagai pelanggaran privasi yang memiliki konsekuensi hukum tersendiri.

​Pernyataan Praktisi Hukum

​Menanggapi kasus ini, praktisi hukum Hasto Kristiyanto, S.H., menegaskan bahwa fenomena ini adalah sinyal bahaya bagi dunia pendidikan.

Baca Juga:  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

​”Ini bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Jika benar membawa senjata tajam, mereka terancam pidana sesuai UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Pihak sekolah tidak boleh abai. Sekolah Maung harusnya mencerminkan perilaku unggul, bukan sarang kriminalitas. Jika sekolah gagal melakukan pembinaan, maka kredibilitas institusi tersebut pantas dipertanyakan,” tegas Hasto.

​Klarifikasi dan Sikap Kepala Sekolah

​Setelah sebelumnya sulit dihubungi, Kepala Sekolah SMAN 1 Sindang, Sugeng Prayitno, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng nama baik sekolah tersebut. Sugeng menekankan pentingnya sinergi dalam mendidik generasi muda.

​”Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Harus ada keseimbangan peran antara orang tua di rumah, pemerintah dalam hal ini sekolah, dan masyarakat luas,” tutur Sugeng melalui Humasnya.

​Ia menegaskan bahwa SMAN 1 Sindang secara konsisten berkomitmen memberikan pembinaan karakter yang positif.

​”Sekolah pasti mengajarkan yang baik-baik, seperti budi pekerti, nilai-nilai agama, dan sekarang ditambah penguatan karakter melalui Pancawaluya. Namun, mengingat kejadiannya pada dini hari, ini jelas berada di luar kontrol dan pengawasan langsung pihak sekolah,” jelasnya.

​Sugeng juga memastikan tidak akan menoleransi pelanggaran disiplin berat yang dilakukan siswanya.

​”Mengenai sangsi, kami pastikan akan ada sangsi tegas bagi yang bersangkutan, sesuai dengan peraturan dan tata tertib sekolah yang berlaku,” pungkasnya.

​Konfirmasi Dinas Terkait

​Berbeda dengan pihak sekolah yang sudah memberikan klarifikasi, pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat hingga berita ini diturunkan masih sulit dimintai keterangan terkait standar operasional pengawasan dan evaluasi terhadap sekolah-sekolah unggulan di Indramayu pasca insiden ini.

​Masyarakat kini menanti langkah konkret dari pihak sekolah dalam memberikan efek jera agar insiden serupa tidak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilih Ikhlas dan Berdamai, Keluarga Denizam Apresiasi Tanggung Jawab Pengelola Pantai Bali 2
Tingkatkan Komunikasi dan Produktivitas Kerja, Fungsi Produksi 2 Kilang Pertamina Balongan Gelar ‘Gopro 2’
Event Balap Bergengsi ADS 2026 Sukses Digelar, Pembalap Kejurnas dan Lokal Ramaikan Arena Balap
HSSE PPN RU Balongan Ajak Istri Pekerja Lalui Program ‘Family Road to Refinery’ Edukasi Risiko Bekerja di Kilang
Proyek Jalan Sindang-Pecuk Minim Pengawasan, Kontraktor dan Dinas PUPR Kompak Bungkam
Wadirut Pertamina Kunjungi Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan,Gaungkan Semangat ‘One Pertamina’ di Indramayu
Obat Tipe G Diduga Beredar Tanpa Takut, Panyindangan Kulon Jadi Sorotan Publik
Diduga Terpapar Doktrin Geng Motor, Oknum Siswa SMAN 1 Sindang Diamuk Warga yang Geram
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:01 WIB

Pilih Ikhlas dan Berdamai, Keluarga Denizam Apresiasi Tanggung Jawab Pengelola Pantai Bali 2

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:29 WIB

Tingkatkan Komunikasi dan Produktivitas Kerja, Fungsi Produksi 2 Kilang Pertamina Balongan Gelar ‘Gopro 2’

Senin, 15 Juni 2026 - 02:36 WIB

Event Balap Bergengsi ADS 2026 Sukses Digelar, Pembalap Kejurnas dan Lokal Ramaikan Arena Balap

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:57 WIB

HSSE PPN RU Balongan Ajak Istri Pekerja Lalui Program ‘Family Road to Refinery’ Edukasi Risiko Bekerja di Kilang

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:45 WIB

Proyek Jalan Sindang-Pecuk Minim Pengawasan, Kontraktor dan Dinas PUPR Kompak Bungkam

Berita Terbaru